Monday, December 26, 2016

Kerugiaan Akibat Banjir Bima Mencapai 1 Teriliyun Rupiah

Kerugian Akibat Banjir Bandang di Bima Capai Rp1 Triliun Lebih

Banjir bandang yang terjadi di Bima memang banyak menyebabkan kerugian, kerugian materiil saat ini di lansir mencapai 1 terliyun rupiah, seperti yang oaskao.com kutip dari okezone.
Penanganan dampak banjir di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat terus dilakukan hingga masa tanggap darurat dinyatakan usai pada 5 Januari 2017. Kini, meski banjir sudah surut, namun kondisinya masih menyisakan genangan dan lumpur di beberapa tempat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan banjir bandang tersebut mengakibatkan kerugian dan kerusakan mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

"Hampir semua sektor kehidupan terdampak dari banjir. Diperkirakan kerugian dan kerusakan akibat banjir mencapai lebih dari Rp 1 triliun rupiah," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Senin (26/12/2016).

Sutopo memaparkan berdasarkan perhitungan data sementara kerugian dan kerusakan akibat banjir sebesar Rp 984,4 milyar. Hal itu meliputi berbagai aspek kerusakan seperti kerusakan fasilitas kesehatan diperkirakan mencapai Rp 64,4 miliar, kerusakan lahan pertanian meliputi 2.247 ha lahan sawah rusak dengan kerugian ditaksir mencapai Rp. 5.81 milyar, kerusakan pada fasilitas pendidikan yang mencapai Rp 9,2 miliar.

Selain itu, kerusakan infrastruktur yang terdiri dari sembilan jembatan rusak, jalan dalam kota 40 km rusak, prasarana air minum rusak, sarana kebersihan, 5 dam rusak berat dan 1 dam rusak sedang sehingga kerugian diperkirakan Rp 259 Milyar.

"Jumlah ini adalah estimasi kasar yang nanti akan dihitung lebih detil dengan menggunakan pendekatan Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan PascaBencana) sekaligus dihitung besarnya kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekontruksi," jelas Sutopo.

Menurut Sutopo pendataan masih terus dilakukan mengingat belum semua kerusakan tercatat. Diperkirakan, lanjut Sutopo dampak ekononi akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya data kerusakan.

"Pemerintah daerah Kota Bima memperkirakan kerugian dari harta penduduk mencapai Rp 607,93 Milyar sehingga total kerugian ditaksir mencapai Rp 984,40 Milyar," jelas Sutopo.

Hingga saat ini, BPBD NTB dan instansi terkait masih terus melakukan penanganan dampak banjir. BNPB mencatat banjir bandang tersebut merendam 33 desa di 5 kecamatan di Kota Bima yang meliputi Kecamatan Rasanae Timur, Mpunda, Raba, Rasanae Barat, dan Asakota. Akibatnya sebanyak 105.753 jiwa masyarakat Kota Bima terdampak langsung dari banjir.

"Saat ini masih ada 8.491 jiwa pengungsi yang tersebar 30 titik," tukas Sutopo.

Artikel Terkait

Kerugiaan Akibat Banjir Bima Mencapai 1 Teriliyun Rupiah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email